Mengenal Pengelolaan Kawasan Industri di Kota Besar

Buat kamu para investor properti industri haruslah tahu apa yang diperlukan untuk mampu memaksimalkan segala macam aspek nilai properti selama periode waktu tertentu sebelum akhirnya memutuskannya untuk dijual.

Menurut Tony Bales dari Epping Property mengatakan bahwa investor seringkali membuat kesalahan dalam menaksir nilai dari kawasan industri itu sendiri.

Tidak seperti properti residensial pada umumnya, properti di kawasan industri biasanay memiliki sewa jangka panjang atau bisnis mapan.

Nilai properti industri ini secara langsung berkaitan dengan kapasitasnya dalam memaksimalkan arus pendapatan di masa depan, dengan kata lain, sewa!

Namun masalah muncul ketika manajemen dari pengelolaan kawasan industri tersebut yang cukup bikin kepala puyeng, dan membutuhkan satu orang atau grup agar tetap berjalan sempurna.

Sebut saja Kawasan Berikat Nusantara, yakni sebuah perusahaan pengelolaan kawasan industri yang berkantor pusat di Cilincing, Jakarta Utara.

Kawasan industri ini tentunya dikelola oleh penyedia layanan, namun propertinya sendiri harus tetap kita jaga dengan baik.

Pentingnya Kawasan Industri di Indonesia

Fakta menyebutkan bahwa kawasan industri menjadi kontributor terbesar perekonomian nasional negara kita dalam skala besar.

Itu artinya, industri di Indonesia merupakan penyumbang paling signifikan bagi perekenomoian nasional Indonesia dengan pangsa lebih dari 20%.

Dari segi proporsi ekonomi, negara kita ternyata dikategorikan sebagai tempatnya industri dan masuk ke dalam jajaran elit dunia.

Di saat yang bersamaan, kita tak bisa mengelola kawasan industri secara ngasal dan harus diserahkan kepada para ahlinya biar hasil dan tujuan bisnis kita mampu tercapai dengan baik.

Pilihan Pengembangan Kawasan Industri di Indonesia

Untuk alasan ini jugalah, ada banyak perusahaan yang bergerak di bidang manajemen kawasan industri termasuk PT. Kawasan Berikat Nusantara.

Faktanya, Indonesia telah membuka banyak kawasan industri dalam beberapa dekade terakhir, yang dimulai dari 5 hingga 3175 hektar tersebar luas di seluruh negeri.

Sayangnya, perkembangan yang pesat ini menjadi ciri bahwa akan semakin sedikitnya stok lahan yang tersedia.

Maka dari itulah, daripada pusing-pusing memikirkan hal-hal yang belum tentu kita dapatkan dengan mudah, mending bekerja sama dengan penyedia jasa untuk urusan kawasan industri yang penuh dengan persaingan di zaman sekarang.